Pages

lokana firda. Diberdayakan oleh Blogger.

Pengikut

Mengenai Saya

Foto saya
Saya adalah seorang perempuan yang ibu lahirkan pada tanggal 5 Februari. saya sangat menyukai dunia sains dalam kajian kehidupan. hingga akhirnya jatuhlah pilihan hidup saya untuk mengarungi dunia Matematika yang dikomparasikan dengan dunia pendidikan. sehingga dengan buah hasil ilmu yang saya kaji, saya dapat mengaplikasikan sebagai Pendidik Matematika. Untuk Muhammadiyah, Untuk Islam dan Bangsa
y

Kategori

cursor

Cute Bow Tie Hearts Blinking Blue and Pink Pointer

bunga mawar

RSS
You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "

Merubah Inspirasi menjadi sebuah coretan tangan

Tampilkan postingan dengan label Inspirasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Inspirasi. Tampilkan semua postingan

Belajar dari seorang Muallaf..

Kami seperti menemukan keluarga baru. Keluarga Mr. Galeb. Mr Galeb adalah guru bahasa Inggris yang sekaligus aktif mengajar bahasa Arab. Beliau asli dari Negara Quait. Kisah-kisah hidupnya yang istrinya ceritakan pada kami (sudah ijin share) membuat kami terkagum dan terinspirasi.

Sebelum menikah, beliau tinggal di Pattani, Thailand Selatan. Istrinya saat itu masih beragama Budha namun ketertarikan pada Islam sudah melekat dalam dirinya sejak beliau studi di Bangkok, Ibu kota Thailand. Saat ia menyatakan ingin mengucapkan dua kalimat syahadat, seseorang memperkenalkan dirinya dengan seorang lelaki yang sekarang menjadi suaminya, untuk dibimbing dalam berislam. Keyakinannya pada Islam, membuat ia terasingkan dari keluarganya yang masih beragama Budha. Demi Islam dan demi ketenangan keluarga beliau memilih pergi meninggalkan kampung halamannya. Ia mencintai Islam maka ia berhijrah, ia mencintai keluarganya maka ia selalu mendoakan kelak keluarganya mendapatkan hidayah-Nya. 

Kini mereka telah dikaruniai lima orang anak. Empat perempuan dan satu laki-laki. Mereka belum pernah bertemu dengan keluarga dari pihak Ayah maupun Ibunya. Sebab sang Ibu telah memilih berhijrah sekalipun masih dalam satu provinsi dan keluarga ayah berada di Quait dan beberapa negara lainnya. Namun keakraban dengan keluarga sang ayah masih terjalin.Mereka selalu menunjukkan kiriman foto hingga video yang mereka terima.

Kelima anaknya pandai berbahasa Inggris dan Arab. Ibunya mengajarkan bahasa Inggris, Ayahnya mengajarjan bahasa Arab, lingkungannya mengajarkan bahasa Thailand dan saya mengajarkan bahasa Malayu, namun mereka belum menguasai bahasa Malayu hehee...cara Mr.Galeb dan istrinya mengajarkan bahasa-bahasa tersebut yaitu dengan mengaplikasikan bahasa tersebut dalam komunikasi sehari-hari. Bahkan anaknya yang paling kecil sampai tidak bisa membedakan mana bahasa Arab, Inggris dan Thailand. Semua bahasa dalam berkomunikasi jalan, inilah yang membiasakan mereka. 

Dalam membaca Al Qur'an, anak-anaknya jauh lebih fasih mahrajnya, dibandingkan dengan teman-teman lainnya. Lidah mereka hampir sama dengan lidah orang Indonesia. Mampu mengucapkan kata-kata dengan jelas. Sebab orang tuanya mengajarkan berbagai bahasa yang berbeda pula mahrajnya.

Hikmah : Ternyata membiasakan kominukasi dengan bahasa asing dalam rumah tangga berdampak baik dalam pembelajaran bahasa. Mereka sangat aktif bercakap dengan orang asing, disinilah kemampuan mereka terasah. Tidak ada kekhawatiran mereka untuk berhijrah ke Negara bagian lainnya. Seperti Amerika Serikat yang kini mereka akan singgahi untuk beberapa tahun dan kemudian pulang balik ke Quait..
Maha Suci Allah yang telah mengatur makhlukNya sedemikian rupa indahnya dalam menjalani kehidupan. Perjuangan hebat dan penuh hikmah...

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Hijab..

"Pada dasarnya setiap wanita Muslim akan berjilbab, jilbab ketika masih hidup mungkin hanya akan dikenakan oleh sebagian wanita Muslim saja namun jilbab yang dikenakan saat kematian (kafan) akan digunakan oleh seluruh wanita Muslim"



"Saat membaca bab tentang hijab di salah satu web (maaf lupa) ada seseorang komen, satu orang komen kapan ya aku bisa seperti itu?" salah satunya menjawab lebih baik hatinya dulu yang dihijabi mbak" ada juga yang membenarkan komen kedua percuma nanti berhijab tapi perlakuan masih saja tidak berhijab" #pembicaraan berhenti.

Pas banget saat itu DP salah satu media sosial saya orang berhijab yang tak lain sebenarnya adalah saya sendiri. Salah satu orang komentar yang intinya hampir sama dengan diatas. Kemudian mereka bertanya soal hijab :
Jilbab hati dan jilbab lahir adalah sesuatu yang berbeda namun bisa saling berkaitan. Jika jilbab sebagai tolok ukur bahwa ia wanita beragama Islam namun ia tak bisa jadi tolok ukur kesholehannya. Memang sayang sekali jika kita sebagai perempuan muslimah yang sudah menutup aurat namun perilaku masih kurang santun, omongan kurang dijaga terutama mata dan hati masih saja mengembara terlalu buas. Namun bukan berarti kita harus melepas jilbab. Jilbab adalah perintah Allah untuk kaum wanita sedangkan nilai-nilai kebaikan perintah Allah untuk semua umat. 
Lantas, mana yang harus kita dahulukan?
"Wahai Nabi, katakanlah kepada istri-istri, anak-anak perempuan dan istri-istri orang Mukmin, "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka mudah dikenali, oleh sebab itu mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang" Q.S Al Ahzab ayat 59

Jika kita mendahulukan hijab dengan kesempurnaan syar'i nya kita akan senantiasa menjaga diri. Sebab kita berjilbab dan tak pantas rasanya melakukan hal-hal yang tidak baik. Namun, kita juga makhluk Allah yang khilaf, sehingga kita akan melakukan kesalahan yang kitapun tidak merasa bersalah. Disini kita biasanya mendapat teguran baik dari perasaan yang Allah tunjukkan ataupun dari orang lain. Karena memperbaiki diri untuk terus menjadi baik akan terus berjalan dan dilakukan. Kalau jilbab sudah sempurna syari nya kan tinggal kita istiqamahkan.

Jika kita mendahulukan hatinya berjilbab, disini kita pertanyakan. Sampai kapan hati kita berjilbab? Sekalipun kita seorang murah hati maupun orang yang paling dermawan, kita tidak akan pernah tau bahwa hati kita berjilbab, yang ada justru hati kita ujub karena kedermawanan kita. 

Silakan pilih gaes...open order sist (2 option diatas) minat PM ya... hihiii kayak jualan onlen aje..

Yuk kita berproses bersama :)

Ketika kau merasa malu, saya pun dulu begitu, ga pede dan lainnya
Malu disangka alim sebab ilmu agama tidaklah banyak
Malu kalau tiba-tiba ada orang berkata 'ciee'
Tutup telingamu dari pujian dan makian orang lain
Apapun penilaian orang terhadapmu, bukanlah dari penampilan yang mendominasi
Tetapi perlakuan kita terhadap seseorang
Tanyakan pada hati, mengapa saya harus berjilbab
Punya target dan impian apa
Semangat seperti apa yang akan mengistiqamahkan proses itu
Merasa tidak cantik?
Sungguh jilbab mu justru akan menutupi kekurangan diri
Perlahan tapi pasti
Menutupi untuk diperbaiki
Proses panjang dan penuh tantangan
Yakinlah..perempuan kuat :)

Bagaimana cara mengistiqamahkan jilbab Syari?
Untuk menjadi syari merupakan proses. Ada yang lama berproses ada juga yang cepat. Semua tergantung kita. Disini kita akan merasa berbenturan dengan penilaian masyarakat terhadap kita yang tiba-tiba langsung berjilbab. Bagaimana caranya?
1. Niat karena Allah dan tekad
2. Modal beli jilbab :v
3. Berusaha Istiqamah sebisa mungkin
4. Berkumpul dengan teman-teman yang berjilbab
5. Perbanyak membaca Al Qur'an (one day one juz) bisa jadi alternatif
6. Perbanyak membaca kajian Islam atau fiqih wanita
 Kurang lebih seperti itu cara saya berproses hingga proses yang sekarang ini. Awalnya memang takut, was-was, malu dan sebagainya namun saya rasa itu hanya beberapa hari saja selebihnya kita akan merasa tenang-tenang saja :)

#enjoy_hijab


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Lagi-lagi harus dicambuk..!!!

Lagi-lagi saya dicambuk, ditampar keras, dibuatkan ramuan penyemangat dan suntikan kecil yang membiuskan. Selang kurun waktu ini membuat saya tak henti dengan semua ini. Lelah adakalanya saya harus berfikir sambil duduk manis atau bahkan tertidur, hinggap dalam hidup yang penuh dengan mimpi dan impian. Lalu dimanakah komitmen saya setelah bangun dari mimpi? Bagaimanakah dengan tangan dan kaki saya yang belum juga merasakan bius tersebut? Bagaimanakah keadaan otak saya sehingga otot-otot ini masih sangat terasa kaku untuk berbuat....
1. Sudah berapa banyak ayat Al Qur'an yang kau hafal?
Serius. Galaunya setengah mati. Modal saya hanyalah nekat lillahi ta'ala. Saya termasuk orang yang berkemampuan kurang dalam hal berbahasa atau menghafal apapun. Saya sering lupa nama orang, Otak saya sepertinya lebih rajin bekerja dengan hal-hal yang berbau logika sekalipun logika saya ga sebaik best seller gituu...Tidaklah mudah dan tidak lah sulit dalam menghafal ayat Allah ini. Sebab kunci utamanya ada pada kebersihan dan kesucian hati. Hati yang bersih akan mudah menerima ilmu. Itu berarti dalam menghafalkan perlu mencuci bersih hati dan pikiran. Tentu ini menjadi motivasi besar dalam hidup untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
2. Bisakah anda berbahasa Arab?
Belum. Sudah berkali-kali saya mengikuti pelatihan bahasa arab namun sepertinya saya belum diberi ilmu kepandaian berbahasa arab. Cara saya sangat tidak istiqamah dan kurang teratur. Pikiran selalu bercabang ini dan itu.
3. Sudahkah menentukan untuk menikah?
Entahlah. Sudah berkali-kali keluarga besar menanyakan hal ini. Terutama saat beberapa saudara dalam dua tahun ini menikahkan 6 saudara. "Kamu memiliki banyak teman laki-laki, jaringanmu luas dalam hal organisasi dan kegiatan lainnya, tidak adakah diantara mereka yang menginginkanmu atau justru kamu tidak menginginkannya atau bahkan kamu belum punya target?" Tidak semudah itu saya menentukan dan mereka menentukan. Jalan organisasi saya adalah jalan dakwah bukan jalan mencari jodoh. Biarpun dapat disana itu hanyalah bonus dari Allah. Jalan yang mereka tawarkan pada saat menginginkan saya bukanlah jalan yang saya inginkan. Saya perempuan yang memiliki prinsip bukan abal-abal. Biarkan saya mentargetkan dan memilih. Doakan saya dan biarkan hanya saya dan Allah yang tau.
4. Selama kau Islam apa yang sudah kamu lakukan untuk Islam?
"Bukankah kamu hidup didalam keluarga Muslim, keluargamu Islam yang taat, sekarang kau dibesarkan dalam organisasi dakwah Islam, lalu apa yang sudah kamu lakukan untuk Islam?" Seorang preman misionaris memiliki visi memurtadkan minimal 1 orang Muslim. Bagaimana denganmu?
5. Sudah berapa banyak novel yang sudah terbit sebagai buah karyamu?
Idemu briliant, sederhana namun menjulang. Namun sampai saat ini belum punya karya kecuali buku penelitian Strata 1. Itupun karena kamu harus menyelesaikan skripsi. Apakah sebagai sarjana hanya akan menerbitkan satu buku itu yang membosankan? Berapa banyak tulisanmu dalam blog, surat kabar dan majalah yang kau tulis?Saatnya kamu memiliki sebuah karya buku plus-plusan...


Semoga menginspirasimu dan diriku sendiri...

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Boleh saya beropini?

"Ilmu yang kita cari kemudian kita dapatkan semata-mata supaya kita semakin kagum atas ciptaan-Nya, cinta dan ikhlas..."

Muslimah keren :)
Semakin banyak media sosial yang memediakan masalah pemerintahan, pendidikan dan kebijakan yang menyudutkan Islam. Terlepas benar atau tidaknya, sebuah tulisan yang dimediakan boleh jadi opini para penulis sehingga orang yang berpendapat sama tanpa melihat kejadiannya akan merasa geram dan bersulut api geramnya. Baru saja saya poskan dari sebuah tulisan wartawan bahwa cara berdoa sekolah Negeri sudah diatur sehingga tidak mendominasi Islam. Kekerasan pendidikan yang masih saja menjamur dan diekpos bahwa korban dan pelaku beridentitas pakaian Islam (jilbab). Pemerkosaan guru kepada siswa laki-laki, diekpos jelas si guru menggunakan jilbab. Kebijakan memperkenankan Islam menggunakan identitas keyakinan yang lain. Larangan dan segala halangan dakwah, dan lainnya. Semua ini berbau Islam dan Islam. Tak usah heran, memang misi para misionaris apapun dilakukan demi mengikis keyakinan umat Islam. Bahwa kitab suci Al Qur'an milik kita yang begitu autentiknya dan tidak mereka miliki di kitab-kitab mereka. 
Nampaknya ini lebih mendominasi pada lapisan pendidikan. Baik formal, langsung maupun secara tidak langsung. Sebab pendidikan adalah landasan seseorang dalam segala aspek dan segala sesuatu hak paten untuk dimiliki. Sehingga sisipan-sisipan layaknya memasukkan sepotong cabe kecil ditengah nasi, tak terasa cabe sudah tertelan. Tau nasi berasa sedikit pedas dan nikmat namun setelah itu sakit perut. Nikmat memang  terkadang melalaikan...
Mari kita sedikit evaluasi pendidikan : 

  1. Jakarta sekarang telah menjadi Ibukota Negara ASEAN meliputi Indonesia, Malaysia, Singapore, Thailand, Myanmar, Laos, Kamboja, Filiphine, Brunai Darussalam dan Vietnam. Sekarang ini Negara ASEAN tengah mempersiapkan sesuatunya lewt pendidikan misalnya pengenalan budaya Indonesia dan Bahasa Indonesia. Indonesia memiliki berbagai macam pakaian adat yang terbuka. Sedangkan Indonesia merupakan jumlah pemeluk agama Islam terbesar di ASEAN bahkan di dunia. Adanya ASEAN comunity ini yang akan membebaskan orang-orang dari negara ASEAN keluar masuk tanpa visa. Tentunya pengaruh asing akan lebih cepat menjamur terutama daerah yang banyak dikunjungi para turis asing. Belum apa-apa budaya asing pun sudah menjamur bagaimana jika sudah?
  2. Kekerasan pendidikan masih ada.Kekerasan pendidikan memang sudah memiliki kebijakan khusus untuk perlindungan anak-anak dan wanita. Namun masih saja ada. Ups..kekerasan pendidikan tidak bersumber di sekolah lho, boleh jadi keluarganya yang suka menyiksa anak-anak tanpa ampun. Orang tua yang mendidik anak-anaknya dengan kekerasan apalagi anak berbuat salah sedikit di marahi. Disekolah guru masih tega berkata keras dan memukul tanpa alasan yang jelas. Siswa disekolah memang suka menyebalkan seperti bicara sendiri, asyik dengan dunianya dan lainnya tidak ada salahnya kita menegur namun ooleh orang tua dianggap telah menganiaya sang anak. Inilah yang menjadi prospek keprihatinan. Pendidikan serba salah. Padahal pendidikan itu adalah sesuatu tanpa air mata.
  3. Sekolah Islam non pesantren. Sekolah ini masih bersistem seperti yang ada di Negeri juga mata pelajarannya hanya saja ditambah jam belajar tentang bahasa arab, hadist dan kajian Islam lainnya. Sudah bagus karena memprioritaskan segala sesuatunya berlandaskan Islam. Namun karena tidak di asramakan, siswa selesai pulang sekolah tidak bisa dikontrol oleh gurunya. Baguslah kalau selesai sekolah pulang kerumah namun yang hobinya jalan dan jelalatan akan mudah terbius budaya lain.
  4. Sekolah Islam juga pesantren. Ini juga sedang ngetren di Indonesia. Sangat bagus dan cocok untuk buah pengkaderan da'i. Sebab disini kan selalu terpantau oleh guru/ustadz. Namun sayangnya pencapaian target-target khusus belum banyak yang menjalankan. Kendala yang dialami seperti ustadz/ustadzahnya kurang berpaham agama dan kurang konsisten dalam mendidik, sarana dan prasarana yang kurang sebab biasanya pesantren dimiliki oleh swasta sehingga campur tangan pemerintah sangat kurang.
Jadi kesimpulannya, Adakalanya sekolah Islam berubah menjadi boarding / asrama dan memiliki target khusus misalnya hafidz, metode dakwah dan karya lainnya yang bisa digunakan sebagai syiar Islam. Teruusss daftarkan segera anak anda di Pesantren yang memiliki target :D simple kan...

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Mengapa kau benci buku?

Mengapa kau tak suka buku? Padahal catatan kehidupnmu dibukukan di Laufuzh Mahfudz. Mengapa kau tak suka menulis? Padahal dua malaikat selalu setia menulis tentang dirimu, biografimu dengan detilnya. Bahkan tanpa kau sadari orang lain pun menuliskan sebagian tentangmu dan inspirasimu.
Ting...tong...Assalamu'alaikum. Suara bel berbunyi. Nisa segera bergegas membukakan pintu
"Oh Pak pos, ya pak?" tanya Nisa
"You get something from Indonesia" jawab pak pos
"Oh....thanks a lot sir.." seraya Nisa mengambil sebuah bingkisan tak bertuan tersebut kemudian menutup pintu.
Sambil berjalan ke kamar ia membolak balikan bingkisan tersebut memastikan dari siapa bingkisan dikirim. "Oh..tak ada nama, aneh." hingga akhirnya bingkisn tersebut tergeletak dibawah tempat tidurnya tanpa ia buka. Dibiarkannya bingkisan tersebut hingga beberapa hari. 1 minggu..2 minggu...namun ia tak dapat menahan rasa penasaran pada bungkusan yang masih terbungkus rapi. Finally, ia membuka. "Hah buku, komik dan novel?" ia mendapat lima buku namun ia masih penasaran siapa pengirimnya.
***
"Ahhhhh aku malas baca buku beginian, judulnya aja udah nge-bosenin apalagi isinya? siapa deh, sok ambil aja." gumam Nisa.
Beberapa menit kemudian, Lina dan Rani datang kerumah Nisa. Mereka seolah kaget dengan tumpukan buku di meja kamarnya. "Nisa suka baca ya?" tanya Rani sambil membuka-buka buku tersebut. "Sejak kapan?" tanya Lina menimpali. "Ntah. ambil aja tak apa, saya tak suka buku. itu dari kawan di Indo" jelas Nisa.
"Boleh ni kami nak bawa rumah tuk baca?"
"Ya...boleh, buat awak pun tak apa?"
Handphone berdering, pesan masuk e-mail
Tio : "Sudahkah kamu selesai baca buku yang aku kirim 5 minggu yang lalu?"
Nisa : "Oh rupanya kau yang mengirim. Pakai acara rahasia pula Makasih ya tp belum sempat baca. Malas!" (udah tau ga suka baca masih aja kirim buku) dalam hati
Tio : "Kau telah mengingkari janjimu"
Nisa : Loh..!!!!
Tio : "Kau mengatakan padaku suatu waktu yang lalu. Kau akan mulai menyukai buku-buku dan membacanya setelah aku bisa menuliskan sebuah atau beberapa buku dan kau akan memulainya dari tulisanku"
Nisa : "Ya buku yang kau tulis sama sekali tak menarik bagiku."
Tio : "Iya karena kau tak pernah mau untuk membuka apalagi membaca. Aku hanya ingin kau membaca dan giat menuntut ilmu. Karena aku yakin potensi yang kau miliki sangat bagus serta kelembutan yang kau curahkan pada anak-anak kecil ketika merengek, kau akan menjdi ibu yang hebat karena kau banyak ilmu. Aku tak ingin mendapatimu dengan sia-sia...

=== :)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Happy Teacher's day for my Indonesia

Sassanu patham School, Southern Thailand


25 November, Orang Indonesia biasa memperingati sebagai Hari Guru Nasional atau Hari Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) biasanya digelar upacara peringatan. Upacara ini digelar untuk mengenang jasa guru-guru kita yang telah mengantarkan rakyat Indonesia hingga sekarang terutama Pendidikan. Adapun kerusakan-kerusakan yang terjadi saat ini tentu bukan dari pendidikan yang telah guru ajarkan namun karena pengaruh lainnya. Pengaruh buruk inilah yang mencemari kontens Pendidikan. Sebab guru tidak menginginkan keterpurukan terjadi pada anak didiknya. Mari kita tengok dahulu sejarahnya...
--------
25 November diperingati sebagai Hari Guru Nasional. Hal itu ditetapkan oleh pemerintah Republik Indonesia berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994.

Namun, ada sejarah panjang hingga akhirnya 25 November terpilih sebagai Hari Guru Nasional. Selain Hari Guru Nasional, 25 November 1945 juga ditetapkan sebagai hari lahir Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).
PGRI diawali dengan nama Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB) pada 1912. Organisasi ini bersifat unitaristik yang anggotanya terdiri dari para guru bantu, guru desa, kepala sekolah, dan pemilik sekolah. Dengan latar belakang pendidikan yang berbeda-beda mereka umumnya bertugas di Sekolah Desa dan Sekolah Rakyat Angka Dua. Sejalan dengan keadaan itu, maka selain PGHB berkembang pula organisasi guru bercorak keagamaan, kebangsaan, dan sebagainya.
Dua dekade berselang, nama PGHB diubah menjadi Persatuan Guru Indonesia (PGI). Perubahan ini mengejutkan pemerintah Belanda, karena kata “Indonesia” yang mencerminkan semangat kebangsaan sangat tidak disenangi oleh Belanda. Sebaliknya, kata “Indonesia” ini sangat didambakan oleh guru dan bangsa Indonesia.
Kesadaran kebangsaan dan semangat perjuangan yang sejak lama tumbuh mendorong para guru pribumi memperjuangkan persamaan hak dan posisi dengan pihak Belanda. Hasilnya antara lain adalah Kepala HIS yang dulu selalu dijabat orang Belanda, satu per satu pindah ke tangan orang Indonesia.
Semangat perjuangan ini makin berkobar dan memuncak pada kesadaran dan cita-cita kesadaran. Perjuangan guru tidak lagi perjuangan perbaikan nasib, tidak lagi perjuangan kesamaan hak dan posisi dengan Belanda, tetapi telah memuncak menjadi perjuangan nasional dengan teriak “merdeka.”
Sayang, pada zaman pendudukan Jepang segala organisasi dilarang dan sekolah ditutup sehingga PGI tidak dapat lagi melakukan aktivitas. Namun, semangat proklamasi 17 Agustus 1945 menjadi dasar PGI untuk menggelar Kongres Guru Indonesia pada 24–25 November 1945 di Surakarta.
Melalaui kongres ini, segala organisasi dan kelompok guru yang didasarkan atas perbedaan tamatan, lingkungan pekerjaan, lingkungan daerah, politik, agama, dan suku, sepakat dihapuskan. Mereka adalah guru-guru yang aktif mengajar, pensiunan yang aktif berjuang, dan pegawai pendidikan Republik Indonesia yang baru dibentuk.
Di dalam kongres inilah, tepatnya pada 25 November 1945, PGRI didirikan. Maka, sebagai penghormatan kepada para guru, pemerintah menetapkan hari lahir PGRI tersebut sebagai Hari Guru Nasional dan diperingati setiap tahun.
***
Setelah kita membaca sejarah Anniversary of the Indonesian Teacher, sudahkah kita merefleksikan diri sebagai seseorang yang pernah dekat dengan guru sewaktu duduk dibangku sekolah ataupun diri kita yang sudah menjadi guru?
Guru - kebahagiaannya bukan terletak pada gaji/bayaran sebab setiap bulan sudah pasti dapat. Namun, kebahagiaan yang sebenarnya ialan keberhasilan anak didiknya dijalan pendidikannya. Kebahagiaan dan kebanggaan panjang yang belum tentu didapat setiap tahun. Setiap orang yang sudah sukses tetap akan bertemu dengan seorang guru semasa hidupnya. Ia hanya mengharap anak didiknya berhasil...tanpa kebencian sekalipun marah...tanpa minta ganti rugi sekalipun berkorban...tanpa minta belas asih siswa sekalipun sengsara. :)
*Ayah dan Ibu (Keluarga) - Pendidikanku yang sangat prenatal. Disana lah saya dibentukkan suatu karakter dan sifat. Keluarga banyak mengajari hal-hal yang belum tentu didapat disekolah. Saya tidak bisa menjelaskan apapun yang pernah mereka ajarkan, sebab mereka mengajar dengan keteladanan. "Berlatihlah menjadi perempuan yang kuat/tidak suka mengeluh, bantulah saudara sesama, Sholatlah diawal waktu dan tahajud agar Allah selalu dekat bersamamu"
*TK Aisyiyah II Pucang - Yang paling saya ingat ya Ibu Tuginah :) Beliau akrab dengan keluarga saya. Saat itu orangnya sudah tua dan sangat sabar mendidik kami. Saya sewaktu TK masih sering 'sangu dot susu' ukuran besar. Suka nangis dan teriak-teriak dikelas. Keluar kelas untuk jajan. Setiap pagi beliau selalu mengajari do'a sehari-hari, setiap senin upacara didalam kelas. TK saya sangat sempit. Hanya ada satu ruang kelas dan satu tempat bermain. Tidak ada kantor guru sebab gurunya hanya satu. Ya bu Tuginah itu. Jika beliau sakit, sekolah diliburkan. Untuk mengajar, beliau harus jalan kaki dari desa seberang. Kami selalu menghadang dipinggir jalan dengan riang dan membawa buku tabungan berisi uang lima ribu rupiah untuk ditabung. Setiap hari Jum'at atau Sabtu pagi jalan-jalan dan dapat makan bubur beras gula beserta satu buah jeruk atau satu mendoan anget. Saat kelulusanku, Bu Tuginah ditemani mengajar oleh Bu Aisyah.
*SD Muhammadiyah 1 Banjarnegara - Bu Samingatun guru kelas 1 yang mengajari kami doa sholat dan menulis membaca. Namun, sampai kelas 1 selesai saya masih belum lancar membaca bahkan berbicara bahasa Indonesia masih bercampur aduk dengan jawa ngapaknya. Sudah hafal doa sholat, menulis yang dieja per-tiga huruf serta berhitung. Bu Farida guru kelas 2 yang mengajari kami doa sholat dan gerakan yang benar. Disamping itu hafalan suratan pendek. Hampir seminggu sekali beliau mengecek buku sholat dan praktik sholat di Masjid. Beliau orang yang bijaksana. Beliau menjenguk saya sewaktu sakit tipus bersama Mbak Norma anaknya dan Nurul teman saya. Memang hanya Nurul yang tahu rumah saya. Beliau ditinggal suaminya saat kami kelas 4 atau 5 SD (lupa) dan beliau pun menyusul sang suami saat saya duduk di bangku SMP.Innalillahi wa innailaihi roji'un. Bu Wiwit - guru kelas 3, beliau sangat jago matematika dan ilmu IPA nya. mengajari kami hafalan juz amma. Beliau juga selalu mengingatkan cara makan yang baik dan bergizi. Bu Wiwit kerap marah ketika kami ribut sendiri. Terkadang pada jam extra saya diajari menari hingga bisa pentas seni hari jadi Banjarnegara di Pendopo asri bersama siswa sekolah lain. Pentas seni tari geol Banjarnegara dan 1000 dawet ayu yang digelar di alun-alun Banjarnegara. Peserta tari lebih dari 1000 tari. Hingga akhirnya setiap tahun kami bisa pentas di Pendopo dan Panggung seni saat Agustusan. Bu Mutma'inah - guru kelas 4 beliau masih melanjutkan hafalan juz Amma. Beliau mengajari kami berbahasa Jawa Inggil dan tulisan Aksara Jawa. Beliau sudah tua dan sangat sabar. Jam sekolah usai saya sering diantar sampai depan SMA Muhammadiyah tempat ayah saya mengajar atau mengajak angkot bareng. Bu Anteng - guru kelas 5 Lumayan galak dan semua siswa tidak ada yang berani ribut jika ia berada dikelas kami. Beliau yang menyelesaikan hafalan selesai juz 30. Walaupun sekarang hafalan banyak yang sudah keropos hehee... Secara beliau guru agama sehingga pakaian dan jilbab selalu diperhatikan olehnya. Pak Sugiono dan Pak Suroto - guru kelas 6. Mereka memiliki ide yang briliant. Setiap minggu diadakan tes, 30 anak tertinggi nilainya masuk kelas A dan 30 sisanya masuk kelas B. Dua kelas A dan B siswanya jadi campur aduk. Namun dengan ini kami jadi rajin belajar dan giat mentargetkan harus masuk kelas A. Pak Sugiono jago IPA, saya dan Nurul sering les matematika dengan beliau. Seminggu 4x bergantian tempat. 2 hari tempat saya 2 hari tempat Nurul.  Beliau bersedia kerumah kami kebetulan pula rumah dekat dengan kami berdua. Beliau setiap sore pun berjualan mie ayam. Sungguh luar biasa. Pak Suroto jago IPS. Kami sering menggambar peta dunia untuk mengetahui negara-negara bagian. Dahulu sangat hafal tentang Negara ASEAN, menghafal negara beserta Ibu Kotanya, bahasa yang digunakan dan mata uang yang digunakan. Pak Suroto selalu bikin lucu dan tidak pernah marah. Inilah yang membuat anak-anak suka dengan beliau.
*SMP Negeri 1 Bawang Banjarnegara - Di sini lingkungan saya mulai terpengaruh dunia luar. Kerap ayah dan Ibuku khawatir. Di daerah Bawang banyak sekali preman bahkan beberapa teman saya pun seperti preman. Saya saat itu masih tomboy pernah pula main pukul dengan salah satu teman seperti preman. Saya pernah mukul perut dan wajahnya. Beruntung sekali tidak sampai masuk ke Konselor. Bisa-bisa sampai rumah di konselor lagi sama Nyak Babe. Di sekolah ini saya mulai diajarkan kedisiplinan. Disiplin pakaian, organisasi dan belajar. Memasuki kelas 2 saya diajari mengaji Qira'ah sekalipun suara saya sangat cempreng. Paling betah duduk dibangku kelas 3 sebab teman-teman saya baik, gurunya cantik-cantik. Bu Agus memiliki tanaman anggrek di depan kelas dan saya pun di ajari cara merawatnya. Setiap pagi menyemprot tanaman jika ada yang mengganggu saya semprot teman-teman dengan semprotan tanaman. 
*SMA Negeri 1 Bawang Banjarnegara - Sekolah ini adalah sekolah favorit di Banjarnegara. Memang sedikit berbeda dengan SMAN 1 Banjarnegara yang merupakan sekolah unggulan di Banjarnegara. Disekolah ini saya mulai dididik menjadi orang yang tangguh lewat kepramukaan. Berpikir mendalam lewat penelitian-penelitian kecil. Disiplin lewat peraturan yang ketat. Semua siswa dididik berpakaian rapi. Baju dimasukkan, rok bagi yang tidak berjilbab harus ukuran 3/4 supaya tetap sopan, Baju tidak ketat, atribut lengkap, upacara harus bertopi, jilbab harus rapi, sepatu hitam tanpa warna lain sedikitpun, berangkat tepat waktu, kurang sedikit saja menulis poin di buku tabungan BK. Setiap pagi pasti ada sidak tepat didepan gerbang sekolah. Mereka ingin kita disiplin, awalnya memang berat tapi lama-lama pun biasa saja. Pak Parmono adalah guru yang unik bagi kami. Beliau sudah tua, mengajar Fisika. Pesan yang masih kami ingat "Jangan Apatis" hingga kami abadikan dalam buku kenangan SMA.
*Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta - Kampus ini tempat saya oven saya. Mendidik saya hingga matang betul. Sejak kos harus bisa menata hidup sendiri mulai dari kebersihan pakaian, makanan, keuangan dan waktu. Di Organisasi tempat saya lebih banyak menghabiskan waktu luang sebab disanalah saya banyak komunikasi dengan dosen dan mahasiswa lainnya. Pak Suparman beliau yang sangat berjasa dalam hidupku sekarang. Beliau sekarang sudah menjadi Wakil Dekan FKIP. Mulai dari kuliah penelitian dan matematika bisnis beliau ajarkan dan mendorong saya untuk membuat dan menyerahkan naskah tulisan ke jurnal Seminar Nasional. Hingga lulus kuliah saya telah menyelesaikan 3 jurnal pendidikan. Alhamdulillah. Bimbingan skripsi dengan beliau cukup 4 bulan saja namun rutin tiap minggu. Pak Parman juga sering mendapati saya tidak masuk kuliah sebab organisasi dan pasti diijinkan. Memberikan pencerahan atas rencana S2 saya yang sempat tertunda itupun berkat beliau yang memberikan informasi dan dorongan untuk mengikuti program alumni menjadi guru di Negara Thailand Selatan ini tanpa seleksi dan tanpa pelaporan pada Program Studi, beliau malah yang sampaikan kepada dosen dan prodi.
***
Semua guru-guruku yang telah menjembataniku menjadi seorang guru. Tidak bisa saya sebut satu-satu dan ku tulis secara detail tentangmu. Kiranya saat itu saya rajin menulis, mungkin saya orang pertama yang memiliki biografimu. Kini saya merasakan apa yang Ibu Bapak rasakan ketika saya masih seorang siswa. Tak mudah mendidik anak jaman sekarang. Namun, saya yakin kita sekarang telah bersatu dalam Persatuan Guru Republik Indonesia. Kita bisa mendidik anak-anak hingga kelak ia menjadi bagian persatuan kita atau persatuan yang lainnya....
Semoga Allah membalas kebaikan Bapak Ibu semua...
Terima kasih banyak :D

=== Salam PGRI ===

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Untuk kakanda...

Teruntuk kakandaku tercinta...
Ini saya persembahkan hanya untuk mu kakandaku.. only my husband :D
Beberapa tahun yang lalu setelah pasca putusan, bukan untuk saya menyesali namun saya jadikan ini sebuah hikmah bahwa "kau" adalah sang rahasia Allah tiada henti. Kesadaran menyelimuti setiap segmen hidupku bahwasannya cinta yang saya ekspresikan benar salah adanya. "kau" adalah rahasia Allah tanpa batas maka bukan sepatutnya saya melangkahi takdir-Nya untuk mencarimu dengan cara yang salah.
Mungkin akan terselip rasa cemburu dihatimu yang saya tak bisa ketahui namun ketahuilah kakandaku bahwa ia adalah proses sampai padamu, proses pintu hatiku terbuka untuk menjadi insan yang lebih baik. Begitupun ketika aku mendapati sebagai dirimu pastinya aku butuh sebuah keterangan yang pasti.
Kini saya sadar bahwa :
1. Tubuhku seluruhnya adalah aurat. Kecuali untukmu yang sudah halal bagiku. Maka sejak saat itu saya memutuskan untuk mengistiqamahkan pakaian tertutup dan hijabku. Bukan karena ia yang telah menyakitiku pada saat itu namun karena saya kelak akan dipinang oleh seseorang yang spesial sehingga saya pun harus spesial, "kau" harus berusaha kelak yang akan membuatku bertahan pada keistiqamahanku. 
2. Cintaku seluruhnya adalah aurat. Kecuali untuk Allah dan untukmu. Bahkan rasa patuhku pada orang tua akan beralih pula pada "kau" yang halal bagiku. Seluruh cinta memiliki batas rasa karena Allah termasuk "kau" itu berarti kita akan selamanya bersama, menjalani ibadah kehidupan dunia untuk akherat. Kakanda, sejak itu pula saya putuskan untuk menutup pintu hati kepada seluruh laki-laki didunia ini hanya untukmu. Kesepian dan kecanggungan yang saya rasakan bukan menjadi perasaan galau namun nikmat Allah yang teramat luar biasa. Selayaknya saya berada dipadang pasir dalam keadaan kehausan, pada detik pertama detik kedua dan detik berikutnya akan jauh lebih nikmat dan syukur pada detik-detik terakhir daripada detik diawal. Hanya padamu kakandaku cinta ini ku persembahkan karena Allah.
3. Pikiran ini memiliki arti. Arti untuk berpikir secara logika bukan perasaan. Bahwa perjalanan ini membutuhkan tekad yang kuat, pemberani dan nyata. Bukan hanya abal-abal. Bahwa kita akan berjihad bersama, rancangan awal adalah setelah pernikahan kita dan jihad dimulai setelah saya mulai mengandung anakmu kakanda. Jihad bukan peperangan dalam tempur namun dalam mengkader umat Islam. Menjadikannya insan Sholeh dan Sholehah yang mampu menebarkan Islam secara komprehensif.
4. Anak-anak keturunan kita. Akan mencontohku sebagai seorang Ibu dan kakanda sebagai seorang Ayah. Kelak posisi kita seperti Ayah Ibu kita dirumah. Layakkah anak-anakmu yang sholeh dan sholehah lahir dari rahimku seorang yang ababil? Tidak. itu sangat tidak pantas. Layakkah saya bermimpikan jauh tinggi tentang keturunan kita? Jika saya masih mempertahankan keadaan saya seperti ini maka selamanya tidak akan pantas.Maka saya harus sebaik-baiknya seorang perempuan.
5. Aku akan mati. Jasadku tidak akan hina ketika kelak saya dipanggil dalam keadaan "kau" telah halal denganku. Kelak saya akan mempertanggung jawabkan tentangku, "kau" dan anak-anak kita. Bagaimanakah selama ini, entahlah Allah bagaimana akan memperlakukanku.
Terpenting, proses kita tidak menyimpangkan dari ketentuan-Nya. "Kau adalah teman jihadku, mujahid Muslim yang keren. Anak-anak kita akan menulari ilmu kita pada dirinya dan keturunannya. Kelak kita akan berkumpul kembali disurga. Oleh karena itu, yuk kakanda kita saling melengkapi dalam beribadah ^_^

salam cinta penuh harapan ku hanya untuk mu, kakandaku yang masih dalam rahasia Allah tanpa batas :D
Love you 

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Bocah kecil


Pendidikan Tanpa Air mata. Adalah pendidikan yang benar menerapkan budi pekerti tanpa adanya kekerasan antara guru dan siswa. Karena engkau guru maka sepantasnya kau ajarkan dan tauladani sifat baikmu. Ia akan menjadi manusia yang luar biasa yang membuatmu bangga akan anak didikmu..

Adi dan Andi dua bocah kecil yang dididik oleh Allah mejadi bocah yang mandiri. Sejak kejadian tanah longsor yang menimpa desanya, mereka harus kehilangan Ayah dan Ibunya saat kedua orang tuanya sedang panen dikebun dekat tanah yang longsor. Ia hanya memiliki sebuah rumah beserta isinya, sedangkan sawah dan kebun sudah tidak lagi menjadi ladang penghidupanya. tanah tersebut telah bergabung dengan sungai Kapas. Bukan berarti keduanya harus putus sekolah maupun putus asa. Mereka sudah terbiasa hidup ala kadarnya hanya saja mereka butuh waktu lebih untuk mencari uang dan uang demi kelangsungan pendidikannya. Biasanya mareka bercocok tanam disekitar rumahnya, mencari kayu bakar dan menjual makanan kecil.
Pagi itu Adi dan Andi tidak seperti biasanya. Mereka terlambat pergi ke sekolah. Kebetulan pagi ini warung tempat ia menitipkan makanan terlambat buka sekitar 60 menit sehingga Adi harus menunggu sampai warung buka. Sementara Andi harus melayani pembeli tanaman yang pagi itu datang tiba-tiba dengan borongannya. Adi terlambat 50 menit sementara Andi terlambat 70 menit. Mereka berdua masuk ruang Konseling. Bu Ika sebagai guru Konselor juga sebagai tetangga mereka, sangat paham dengan alasan yang dikemukakkan keduanya. "Saya sangat yakin keduanya anak-anak baik, tidak ada salahnya kita memaafkannya." Kometar Bu Ika kepada Kepala Konselor, Pak Andre. "Hmm....baiklah, silakan masuk kelas" Pak Andre mempersilahkan.
***
Sepulang sekolah, Adi dan Andi mendapat pesanan makanan kecil untuk acara seminar esok harinya. jumlah pesanan cukup membuat mereka terkejut, 600 bungkus. Dengan penuh semangat, sore itu mereka berbelanja dan malam hari mereka mengolahnya. Makanan tersebut baru bisa dibungkus esok hari sebab suhu makanan masih panas dan tidak memungkinkan mereka harus begadang semalaman, terlebih mereka harus sekolah. Setelah tiga jam ia tidur, tepat pukul 03.00 pagi mereka bangun dan bersiap membungkus pesanan hingga akhirnya selesai tepat waktu. Mereka segera bersiap kesekolah. Namun, ternyata penjemput pesanan datang tidak tepat waktu, sehingga mereka terlambat sekolah lagi. Kebetulan saat itu diruang konselor hanya ada pak Andre, Bu Ika sedang sakit. 
"Bisa mampus kita Di" bisik Andi, Adi hanya terdiam dan tertunduk. 
"Kalian tak usah menyalahkan orang lain toh dasarnya memang kalian malas belajar disekolah kan, kerjaan kalian kan cari bermalasan, siswa ga punya masa depan!!." sahut Pak Andre. Praaaaakkkkk......!!!!!!!!!!!! suara keras seperti pukulan dengan pecut terdengar hingga halaman sekolah. Seketika itu, siswa yang sedang olah raga di halaman sekolah terkejut dan menghmpiri ruang konselor. Mereka mengitip dari kaca. Baru kali ini Pak Andre terlihat sangat marah. Adi terkulai lemas dan Andi menangis tersedu-sedu. Anak-anak yang lain  segera memapah Adi menuju ruang UKS.

***
Tiga hari telah berlalu, namun Adi tak mau pergi ke sekolah, ia memilih berada di rumah. Sehari-hari ia terlihat murung dan sangat malas. Andi sebagai kakak tidak pernah menyerah untuk memberinya semangat. Dan akhirnya demi perubahan Adi, mereka berdua sepakat pindah sekolah. Namun, rasa sakit hati mereka masih tersimpan pada Pak Andre. 
"Tok..tok..tokk...Assalamualaikum Adi, Andi?" suara dari luar. 
"Seperti suara Bu Ika, Wa'alaikumussalam.."(sambil Andi membuka pintu). 
"Silakan masuk bu, Adi dan Andi mempersilahkan masuk. Dengan wajah yang teduh bu Ika angkat bicara "Adi, Andi Ini Ibu bawakan sedikit makanan untuk kalian. Kedatangan Ibu disini selain bersilaturahmi juga ingin mengabarkan dua hal. Pertama, Ibu sangat menyayangkan kalian pindah sekolah sebenarnya kalian berprestasi dan mampu mengembalikan nama baik sekolah di mata Provinsi. Beberapa penghargaan minggu depan akan dikirim kemari. Pak Andre kini menyesali dan sekarang ia terkena serangan jantung di Rumah Sakit. Kedua, sudah 10 tahun Ibu tidak dikaruniai seorang anakpun, maukah kalian tinggal bersama Ibu dan Suami?"Jelas Bu Ika. Sementara mereka berdua bengong.
"Pak Andre sakit?" tanya Andi
"Ya sudah satu minggu ia di Rumah sakit" jawab bu Ika
"Saya ingin menengok" sahut Andi dengan muka termenung
"Sekalian dengan Ibu, Andi"
"Ya bu. Hmm..soal tawaran ibu untuk tinggal bersama ibu, kami sangat berterima kasih namun kami lebih nyaman dan memilih tinggal disini bu." Jelas Andi
"Baiklah kalau begitu, Ibu tidak akan memaksa. Namun jika sewaktu berubah pikiran, ibu masih mau menerima kalian" jawab Bu Ika ramah

***
Sesampainya dirumah sakit
Melihat Pak Andre berbaring lemas, disebelah kasurya terdapat dua tabung oksigen besar, beberapa helai kabel menempel pada tubuhnya. Ia terkulai lemas tak berdaya. Ia kekurangan darah. Tiba-tiba Adi sedikit berteriak.
"Bapak golongan darah saya sama dengan anda. Tapi jangan harap saya akan menyumbangkan darah ini seperti waktu yang lalu, saya benar-benar mengharamkan untuk anda. Anda telah menyiksa kami berdua tanpa mau tau bahwa tubuh kami penuh dengan luka dan bertambah luka setelah bapak pukul. Jangan harap saya akan berbuat baik dengan Bapak." teriak Adi sambil mengacungkan jari ke arah pak Andre.
"Adi...." Andi pun hanya termenung tak bisa berbuat apa, sepertinya ia pun merasakan seperti yang Adi rasakan.
Hanya air mata yang meleleh dari pipi Pak Andre tanpa terucap kata.
=============================================================
Hapuslah pendidikan dari sifat kekerasan (memarahi, melempar, memukul dan hukuman fisik lainnya) karena boleh jadi apa yang telah kau dilakukan kelak akan lebih pedih kau rasakan. Jangan anggap lemah siswa yang malas dan nakal karena boleh jadi gurulah yang membuatnya malas dan saat itu lah siswa sedang berproses menjadi orang yag hebat pula.Jangan hancurkan impian mereka dengan kata-kata kotor karena jauh dipikiranya terdapat sejuta impian yang mungkin tak pernah kau pikirkan...guru

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Kenalkah aku pada gadis ini?



"Seseorang yang pernah berarti dalam hidupmu, mustahil kau akan melupakannya. Sekalipun saat ini kau telah menemukan seseorang yang lebih berarti.Ia akan muncul disaat kau tak merencanakannya...berbuatlah kebaikan agar kenangan itu tak sekedar ada, namun tetap tumbuh bersamamu...

"Jangan pernah khawatirkan hidupku, karena hidupmulah yang lebih berarti. Jangan pernah kau sesali kepergianku kelak, karena aku hanya menjalani sebuah fase." detik-detik kepergiannya yang membuatku terpukul. Tepat satu tahun aku hidup bersamanya dan bayi mungil ini lah yang menggantikan teman dalam sisa hidupku. Aku tak pernah menyangka hidup bersamanya sesingkat itu. Namun, bayi mungil ini cukup mengobati kerinduanku dan menemani hariku.

***

Musim semi mulai tiba, bunga-bunga ditaman kota ini mulai bermekaran dan sebagian berguguran. Anak-anak kecil berlarian bersama ayah dan ibunya. Aku dan Istriku cukup duduk bawah pohon beringin sambil mengawasi Sofy yang berlari membawa bola. Sesekali istriku menegur untuk ia berhati-hati.Sofy, adalah nama gadis kecil yang Tuhan anugrahkan melalui istri pertamaku. Nama yang sama dengan almarhumah supaya jiwanya tetap tumbuh didunia. Karena aku sangat meyakininya, ia berjiwa seperti seseorang yang telah membuatnya berada.Beruntunglah istriku kini tak bisa memberikanku seorang buah hati sehingga ia bisa membantuku menjaga dan mendidik Sofy seperti anak sendiri.
"Mas, melamun ya? tanya Indah, istriku sambil menyodorkan sepotong roti.
"Makasih sayang" jawabku singkat sambil mengambil roti yang disodorkan
Sambil makan roti, ku ceritakan masa-masa mudaku pada istriku, masa-masa dimana aku masih duduk dibangku SMA. Namun seketika tawa Sofy menghilang.
"Kemana Sofy?"tanya istriku
'Haaahh..!!!" jawabku kebingungan
"Anak mas digendong oleh seorang perempuan bercadar" teriak seorang lelaki dari seberang jalan
Seketika aku melihat perempuan bercadar, mengenakan pakaian hijau muda berlari kecil sambil menggendong sebuah gendongan. "Mungkin ia Sofy" pikirku sambil terus mengejar
"Braaaaaaaaaaaaakkkkkk..!!!!
perempuan itu terjatuh hingga akhirnya aku bisa meraih kembali anakku. Kain cadarnya terlepas, spontan aku terkejut melihatnya. "Kauuu...!!!" acungku dengan badan bergetar.
Perempuan itu sepertinya tak sadar bahwa kain cadarnya telah lepas. Saat posisi masih tersungkur, ia menatapku lekat-lekat. Terlihat bola matanya menyimpan sebuah tanya dan air mata yang terbendung.
"Anakku...." rintih perempuan itu
Tanpa sepatah kata, aku meninggalkannya masih dalam posisi tersungkur, berlari membawa Sofy dan mengajak istri pulang.
Sofy, aku rindu padamu. kini jiwamu telah tumbuh pada jiwa anak kita. Jiwa yang masih suci dan kelak akan menjadi dirimu yang junior. Aku sangat merindukanmu dan terima kasih Sofy, kau masih sempat menitipkan Sofy untuk ku besarkan hingga menjadi seorang wanita sepertimu...
Perempuan itu telah mengutuk hatiku malam ini. Sofy, sosok perempuan manis yang pertama kali menundukkan hatiku hingga aku berani untuk menikahi diusianya yang muda. Perempuan itu sangat mirip dengan Sofy, Paras dan senyumnya masih melekat erat padaku. Apa mungkin Sofy memiliki saudara kembar? Sofy adalah gadis desa yang tak bersaudara. Ia dibesarkan oleh Pamannya, ayah ibunya telah meninggal. Dia tak memiliki seorang saudara pun kecuali Pamannya yang kini pun telah tiada. "Untuk apa aku memikirkan Sofy masa laluku yang kini telah ada Sofy untuk masa depanku dan istriku yang tak mungkin aku khianati oleh masa laluku. Namun, tetap aku melihat Sofy dari jiwa yang mungil dan lucu. Tapi, mengapa ia menganggap Sofy anaknya?

***

20 tahun kemudian. Sofy kini telah tumbuh menjadi gadis yang dewasa dan cerdas. Ia sangat mirip dengan ibunya. Suatu ketika ia hanya berdua dengan sang ayah
"Yah, Sofy menemukan selembar foto seorang gadis di saku ayah. saku yang telah kusam berada di gudang belakang. Siapa dia? tanya Sofy
"Boleh ayah melihatnya" pinta ayah
ku sodorkan foto itu sambil menatap ayah lekat-lekat, ku simpulkan wajah ayah berubah murung dengan mata tak berkedip melihat foto itu.
"Dia Ibu yang melahirkanmu sayang, Indah adalah istri kedua ayah setelah istri pertama ayah meninggal tiga hari pasca melahirkanmu.Dia bernama Sofy, sama sepertimu. kamu pun kini telah tumbuh mirip dengan ibumu sewaktu muda. Ayah beruntung bisa hidup bersamanya walaupun tak lebih dari dua tahun, ia menitipkanmu dan meninggalkan kita." jelas ayah dengan mata berkaca-kaca
"Ibu?" tanya Sofy sambil merebut foto itu. Sofy menangis tersedu sambil memegangi foto Ibunya. "Yah, Sofy rindu ibu, mengapa ayah tak pernah memberi tahu sebelumnya?" tanya Sofy
"Karena ia masa lalu ayah dan ia telah tumbuh dalam jiwamu. Ia masih tetap hidup bersama kita" jelas ayah...

***bersambung***

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Gerimis memiliki sebuah cerita tentang kita

Aku dan Mas :)
Jutaan butiran bening mulai menetes deras. Lelah dan letihku seakan bertambah ketika butiran bening semakin deras mengucur. Menepiskan diri dibawah sebuah pohon yang sangat rindang. Sama sekali butiran bening tidak terasa. Mungkinkah butiran bening takut pada pohon sebesar ini?
Sesaat dingin merasuk tulang-tulangku. Basah bajuku seakan menambah rasa dingin. Betapa dingin ini seakan sudah tak kuasa ku rasakan. Sendiri ditemani pohon besar. Hari semakin gelap dan suara binatang malam mulai jelas terdengar. Pohon besar ini masih setia bersamaku.
Tuhan...gerimis yang membuatku selalu rindu pada seseorang, mengapa harus saat begini. saat begini, kegalauanku akan semakin membuncah. Ia yang selalu menghangatkan, menenangkan pikiran dan tubuhku yang semakin bergetar kencang. memberikan kesegaran setelah dahaga. Memberikan kekuatan atas letihku. Rinduku semakin membara saat gerimis mulai deras, kegelapan mulai menyelimuti belahan bumiku berada. Dimana kamu?
Aku merindukanmu, aku selalu memanggilmu dan selalu mempertanyakanmu pada orang yang lewat. berharap kau datang sebelum ku pergi. berharap kau mengerti sebelum ku beralih pikiran dan hati....

#nunggu bakul bakso tik tok :D

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Tentang Mawar dan Hujan

  Betapa aku tak ingin mendapatimu dalam keadaan sia-sia. Apakah saat hujan turun, butiran bening itu tau apa isi perut bumi? bagaimanakan keadaan bumi? Karena seolah hanya asal jatuh ditempat. Tanpa pandang tempat itu tandus ataukah banjir. Tanpa mengerti apakah tempat itu menginginkan kedatanganmu atau tidak. Tanpa memahami apa yang akan menjadi akibat ketika hujan turun dengan gemuruh yang sangat lebat. Namun, hujan ini benar anugerah sang Kuasa. Kuasa yang mengatur dan Kuasa yang berkehendak. Bumi yang memahami dan bumilah yang harus waspada. Namun, jangan salahkan bumi ketika apa yang terjadi tidak sesuai harapan penghuni bumi. Karena bumi diperlakukan sedemikian rupa oleh penghuninya.
  Betapa aku tak ingin mendapatimu dalam keadaan sia-sia. Kau sebut "cinta" itu adalah kepingan merah yang sangat halus. Apakah saat ia datang, ia tau isi hatinya? bagaimanakah keadaannya? Karena seolah hanya asal jatuh ditempat. Tanpa memandang paras dan eloknya. Tanpa mengerti apakah ia siap dan benar menginginkan kehadirannya atau tidak. Tanpa memahami pula akibat yang akan dipertaruhkan di masa depan. Namun, kepingan merah itu adalah anugerah sang Kuasa. Kuasa yang mengatur dan Kuasa yang berkehendak pula. Pemilik kepingan merah harus memahami dan waspada. Namun, jangan salahkan kepingan merah ketika apa yang terjadi tidak sesuai harapan si tuan kepingan merah. 
  Betapa aku tak ingin mendapatimu dalam keadaan sia-sia. Lihatlah pelangi, lihatlah bunga mawar, lihatlah rumput yang hendak tumbuh. Mereka datang disaat yang tepat. Mereka datang disaat tidak dirindukan namun kehadirannya disambut. Mengapa tidak dirindukan? karena harus melalui hujan yang begitu hebatnya yang tak memandang bagaimana. Pelangi yang akan menghiasai dinding langit, bunga mawar yang akan mengharumkan ruang bumi, dan rumput yang semakin menghijau menambah sejuknya udara bumi. Betapa indahnya waktu mempekerjakannya dengan runtut dan penuh tantangan.
  Betapa aku tak ingin mendapatimu dalam keadaan sia-sia. Aku hanya merindukan kehadiran masa-masa itu, bukan kamu maupun kepingan merah yang kau miliki.Kepingan merah mu terlalu berharga untukku yang bukan siapamu. Berfikirlah kau yang berakal, tidak seperti hujan. Sama-sama anugrah Kuasa namun sebagai manusia yang berakal kepingan merah menjadi berbeda. Namun, bukan berarti harus membenci hujan. Karena hujan pun memberi berjuta makna arti kehidupan. Ketika ini janggal, waktu dan sekat sedang mepekerjakan kita.
Menunggumu, Menjaga diri dan tetap Istiqamah. Kepingan merah, nantikanku dibatas waktu. Kan ku jaga seutuhnya dan selamanya...Jemput aku dengan payung atau jas hujanmu, aku akan berjalan mengiringimu..

*****hujan tak selalu air, bisa juga kepingan merah*****


#Pembaca tidak akan mengerti ketika hanya sekedar membaca tanpa memaknai... :)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Hanyalah sebuah proses

"Dulu dia pernah suka sama aku lho"
jangan bangga dg hal semacam itu,karena saat ini telah terbukti bahwa ia tidak memilihmu.kamu hanyalah sebuah proses...

"Kesetiaan bukanlah diukur sesering apakah ia menghubungimu ketika jauh dan sesering apakah ia selalu ada untukmu disaat dekat. Namun, keyakinan ia untuk tetap meyakinkanmu bahwa ia menjaga diri sendiri. Kepercayaan bukanlah diukur dari segi kejujuran yang ia ucapkan namun sebuah ikrar janji yang ia ucapkan untuk sehidup semati."

Pengorbananmu sangat sia-sia ketika kau harus menghabiskan banyak uang, pulsa dan bensin hanya untuk kau ingin berjumpa dengannya. Hingga akhirnya kau akan terlukai olehnya. Ketika ia mencintaimu, ia tak akan menyakitimu bahkan ia selalu merasa tersakiti olehmu ketika kau bersama somebody.
Kau menelponnya berjam-jam padahal seharian kau telah bertegur sapa dan kau sudah tau keadaannya demi sang kekasih. Kau hujan-hujanan demi mendapatkan sebuah maaf dan menyatakan cinta agar ia menilai bahwa kau sungguh-sungguh. Kau selalu menelponnya ketika jauh, padahal jauh disana ia telah bersam aorang lain. Kau meninggalkan seseorang yang ingin menikahimu, namun kau lebih memilih orang yang kau cintai sekalipun ia belum siap menikahimu. Kau rela mengatakan ia yang pernah mencintaimu dengan penilaian yang tidak-tidak kepada sang kekasihnya, namun kau lupa bahwa kau lebih dari penilaiannya. Kau merasa terlukai namun kau tetap mempertahankannya.

Dan selama kau masih berfikir maupun mengorbankan diri untuk sesuatu yang tidak ada hukum syariatnya, cintamu akan sia-sia. Allah sudah mengatur tanpa dipinta, didalam Al Qur'an sudah tercatat hanya saja tidak pernah meyakininya dan takut kehilangan....

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Surat untuk Ibunda

"Perempuan terbaik adalah sebagai Ibu yang sholihah"

Perempuan separuh baya itu sejak siang tadi masih duduk termenung dikursi reot terbuat dari bambu didepan rumahnya. Senja mulai menyelimuti langit-langit di desa ini. Tangannya memegang sebuah handphone. Sesekali ia melihat layarnya. Nampaknya ia sedang menunggu seseorang untuk menghubungi. Namun tak kunjung menghubunginya.
Sapa seorang laki-laki muda mengagetkan lamunannya “Ibu, wajah ibu nampak pucat. Ibu sakit?” tanya laki-laki itu. “Tidak nak, ibu baik-baik saja” jawab ibu. Laki-laki itu meraih kaki ibunya dan memijat-mijat. “ibu sedang memikirkan apa, ibu akhir-akhir ini sering melamun dan menangis,  ada yang menyakiti ibu?” tanya sang anak. Diusapnya rambut sang anak “nak, jangan pernah kau tinggalkan ibu ya?” pinta ibu. Nampaknya sang anak paham apa yang sedang dipikirkan ibunya.
Dari samping kanan sang ibu, sang anak memeluknya “Aku sayang ibu, aku tidak akan meninggalkan ibu, aku akan merawat ibu..” kata sang anak sambil menangis. Pecahlah tangisan sang anak dan sang ibu. Kemudian datanglah seorang lelaki berbaju orange dan sepeda motor orange bergambar burung. Mr.Pos membawakan sepucuk surat untuk ibu sang anak. Segera ibu membaca surat sambil bergetar tangannya. Butiran air mata rindu mulai menetes saat membaca surat itu berasal.
***
Assalamualaikum Ibu, Ayah...
Tulisan ini saya buat dengan hati bergetar menahan rindu. Aku rindu ibu, butiran bening mulai mengucur dari sudut mataku. Sujud ini mulai menggetarkan jiwaku. Doa yang ku panjat malam ini cukup menggemas hatiku. Hari ini memang bukan hari yang special untuk ibu, namun pada tanggal ini, adalah hari special untuk orang-orang yang mencintai ibu sebelum aku dan ayah. Aku yakin, tangis bahagia terutama Nenek dan Kakek. Hingga akhirnya ibu melahirkanku didunia ini. Dunia yang penuh tanda tanya. Namun ibu selalu memberikan jawaban setiap tanyaku dan tanda setiap pengawasanku. Selamat ulang tahun, ibundaku tercinta.
Ibu, sujud syukurku karena masih bisa mengucapkan hari lahir ibu . Sekalipun kau tak merasa bahagia karena aku tak ada disisi ibu. Untuk kesekian lamanya aku menghilang dari pandangan mata ibu,
Ibu, atas restu dan ayah, Allah meridhaiku untuk pergi ke Negeri seberang. Pencapaian cita-cita yang tak pernah aku sangka akan terkabul. Kepergianku bukan aku ingin menghindar dari ibu. Ibu dan ayah mendidikku untuk menjadi perempuan berani dan mndiri, ini aku pergi tanpa keluh kesah. Aku bahagia dan aku berani, walaupun kepergianku mungkin banyak meninggalkan luka.
Ibu, aku rindu curahan hati ibu, masakan, omelan-omelan ibu pada si kecil, omelan ibu karena kemalasanku mencuci motor sehingga pergi kepasar dengan motor blepotan, makan durian sama ibu didepan ayah untuk menguji iman ayah, nonton tv sampai ketiduran diatas karpet coklat, rindu teh manis buatan ayah, bahkan hingga saat terakhir itu aku masih minta ibu suapin makan. Aku masih ingin manja dengan ibu, berebut makan dengan adek-adek ^_^
Ibu, bukan aku tak merindukanmu, tapi ini suatu pilihan hidupku yang selama ini kau ajarkan bersama ayah. Barat , perlahan ku jalani namun pasti. Suatu hari nanti, saat ku pulang, pertama kali ku akan kecup tanganmu sebagai tanda baktiku padamu.
Happy birth day my lovely mother, semoga di sisa usiamu aku bisa membuatmu tersenyum bahagia, bakti dan tentunya lebih bermanfaat untuk keluarga dan masyarakat. kami sayang ibu... :*


Allah akan selalu memelukmu, every time... 
Wassalamu'alaikum wr. wb


                                                                                                                                                                    Phatthalung, 16 Agustus 2014
                                                                                                                                                                            

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

INSPIRATOR TERBAIK


Mereka itu diberi pahala dua kali disebabkan kesabaran mereka dan mereka menolak kejahatan dengan kebaikan dan sebagian dari apa yang telah Kami rezkikan kepada mereka, mereka nafkahkan. (QS. Al Qashash : 28)

Langit semakin memperlihatkan senjanya, perlahan bulan menampakkan senyum manisnya. Bulan yang selalu ikhlas memberikan sinar pantulannya ke bumi, ditemani oleh lampu jalan nan temaram hingga terlihat bayangan pohon ditanah lapang ini. Merekam jelas gerak gerikku dibawah pohon rindang ini. Menutup kamera yang telah menemani hari-hariku. Nampak diujung jalan seorang kakek yang tertidur di sebelah dagangannya. Beliau berdagang peralatan rumah tangga. Seorang kakek berbaju kemeja putih lusuh, peci berwarna hitam lusuh, badan kurus yang terbalut kulit sawo matang dan sepertinya pagi tadi aku ketemu diujung perempatan jalan. Kakek itu tengah menyeberangi jalan sambil menggendong bakulannya.
“Ya Allah, beliau seorang Bapak yang tangguh, mempertahankan dagangannya yang belum tentu terjual satupun, daripada beliau harus meminta-minta sekalipun hasilnya lebih banyak dari hasil dagangannya.” Komentarku
“Mas, mau es?” timpal suara dari balik punggungku
Sambil berbalik badan “Ohh...terima kasih” jawabku
Ternyata ia seorang gadis yang sepertinya berusia 20 tahunan, tinggi kurus berambut ikal panjang. Rambut ikalnya tersapu angin, menambah keelokan wajah manisnya.
“Mas, kenapa diam? Mas mau membeli dagangannya kah?”tanya sang gadis
“Ohh..ehm..mm..ii..iyya..saya beli sapu tiga ya?” jawabku terbata
“tiga buah sapu banyak sekali, mas?” sahutnya
“ehmm...untuk masjid, ya untuk masjid, masjid diujung sana masjid Nahl” jawaabku
“Masjid Nahl kebetulan takmirnya ayah saya mas, disana peralatannya sudah lengkap mas..”jawabnya
“Oh..ya ambil saja uang itu dek, saya harus pergi sekarang...” pamitku
***
Wajah gadis itu masih terekam di memory. “siapa dia, kenapa tiba-tiba muncul? Siapa namanya?” tanyaku dalam hati. Hingga akhirnya keesokan harinya kususuri kampong itu namun hasilnya nihil. Hingga akhirnya malam itu ku temukan kakek tadi sedang menjadi tukang parkir di sebuah pasar malam. Aku mengenalinya karena baju yang dikenakan masih sama dengan kemarin waktu bertemu. Namun tak nampak gadis itu. Di pasar malam itu banyak sekali pemuda yang mengamen, bermain sulap dan mengemis di setiap bilik dagangan. Disisi lain nampak penjual gorengan, roti, rokok eceran yang ku temui nyaris Bapak-bapak yang berusia lanjut. Semestinya mereka beristirahat dirumah, berkumpul bersama keluarga. Menikmati sissa hidupnya tanpa harus bekerja keras banting tulang untuk mencukupi kesehariannya. Namun waktu malamnya masih ia gunakan untuk menafkahi keluarganya. Sungguh perjuangan hidup yang teramat menakjupkan. Menakjupkan untuk ditauladani oleh pemuda-pemudi bahwasanya hidup ini adalah perjuangan fii sabilillah, orang tua tak selamanya akan mampu memberikan seluruh kebutuhan hidup kita, namun kitalah yang harus bangkit untuk diri kita dan masa depan kita. Kakek itu terlihat sangat letih, nampak garis wajahnya yang memucat dan keringat yang membasahi baju bagian belakangnya.
Pengamatanku masih terfokus pada kakek berbaju putih, inginku mengenalnya lebih dekat namun nampaknya malam ini kakek tersebut nampak tak ada hentinya mengurus parkiran motor dan mobil. “Kek, semoga kerja kerasmu terbayarkan oleh Allah di Surga-Nya kelak..” doaku dalam hati.
***

                Sore ini rasanya sangat bersemangat. “I’m in Prancees right now..”teriakku didalam kamar Hotel. Undangan sebagai moderator wisuda besok pagi di sebuah Universitas ternama di Prancis. Ini adalah kali pertamaku diundang dalam acara yang sangat Spektakuler di luar negeri. Bayangku masih teringat oleh kakek penjual perabot rumah tangga. “Kek, sebenarnya aku ingin mengajakmu pergi ke Negara ini, untuk sekedar jalan dan berfoto” batinku. Hingga akhirnya ku tuliskan sebuah surat untuknya :

Dear : Inspirator kehidupan
Kek,
Ragamu masih kuat, sekuat akar pohon beringin yang usianya sudah berpuluh tahun
Mentalmu tak surut, walau dunia ini mempekat dengan kehidupan modern
Fikiranmu sungguh mulia, untuk tetap mempertahankan perintah Tuhan
Kau tahan sedikit makanan untuk masuk dalam perutmu, untauk mempertahankan nilai akhlak muliamu. Ditengah para pejabat Negara yang korupsi, memakan dana haji, menaikkan harga BBM yang berakibat naiknya seluruh bahan pangan, berkoar-koar dalam ambisiusitas menjadi seorang kepala Negara, berkoar janji-janji pada rakyatnya yang belum tentu akan terlunasi, orang yang berpendidikan tinggi namun tak punya moral dan etika. Semua itu hanya mengedepankan nafsu dunia yang melilit di hati dan pikirannya.
Kek, kau sangat mulia. Kau berusaha mencukupi kebutuhan yang serba kekurangan itu dengan tidak menjadi seorang pengemis jalanan, maupun pengemis rakyat demi mempertahankan kedudukannya di pemerintahan. Keringatmu lebih terhitung dibandingkan dengan mereka yang berkuasa tapi tak menjaga amanah. Semoga Allah mengganjarmu dengan ganjaran Surga-Nya.
***
                Sepatu hitam telah terpasang di kaki, jas warna hitam membuat diri ini terasa sangat gagah, sebagai seorang laki-laki. Mobil jemputan dari University telah siap. Bergegas meluncur menuju acara wisuda kelas Internasional. Mobil melaju cepat, tak lama kemudian sampailah di sebuah gedung yang teramat megah. Nampaknya yang hadir tak hanya dari Prancis saja, tebakan saya dari Indonesia, China, Thailand, Malaysia, Australia, Filiphina, Singapore. Bahasa, cara berpakaian dan style wjah mereka sangat beraneka ragam. Acara ini tak lama kemudian dibuka. Ku pegang microphone dengan tegap, ku buka acara ini dengan menggunakan bahasa Inggris.
                Acara demi acara telah berlangsung, kini tiba saatnya memanggil wisudawan dan wisudawati terbaik. “...and the best women is Lokana Az-Zahra, she came from Indonesia.” Panggilku diiringi suara musik dan tepuk tangan yang sangat meriah. Wisudawati itu berjalan menuju panggung untuk menerima sebuah penghargaan dari University. “...and I will to call her father, he is Mr.Yayay” panggilku kembali, diiringi suara yang tak kalah meriah. Seketika ku lihat ayahnya, hati ini terasa mendesir dan mata ini mulai berkaca-kaca menahan deru haru yang ada di forum ini. “Allahu Akbar..!!!, jadi gadis yang selama ini membayang adalah sosok yang sedang berdiri diatas panggung, ditemani oleh Kakek penjual perabotan rumah tangga keliling, Ayahnya.” Seruku dalam hati. Tak terasa air mata mengalir begitu deras. Gema takbir dalam dada ini enggan berhenti,
Gadis itu mendapatkan beasiswa untuk gelar S-1 nya di Negara Perancis, Sungguh dan sungguh luar biasa. Allah Maha Adil, dibalik kerja kerasnya selama ini tersimpan sebuah keelokan yang sangat luar biasa. Tentu darah ayahnya mengalir dalam tubuh gadis itu, belajar dan kerja keras hingga akhirnya mendapat kuliah gratis diluar negeri. Kakek tak hanya memiliki kekayaan batin untuk menjadikan diri dan keluarganya terbebas dari meminta-minta namun juga memiliki kekayaan lain berupa seorang putri satu-satunya yang sangat luar biasa. :) kab kun khah *_^

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Popular Posts

Ads