Kami seperti menemukan keluarga baru. Keluarga Mr. Galeb. Mr Galeb adalah guru bahasa Inggris yang sekaligus aktif mengajar bahasa Arab. Beliau asli dari Negara Quait. Kisah-kisah hidupnya yang istrinya ceritakan pada kami (sudah ijin share) membuat kami terkagum dan terinspirasi.
Belajar dari seorang Muallaf..
Hijab..
![]() |
Lagi-lagi harus dicambuk..!!!
Boleh saya beropini?
![]() |
| Muslimah keren :) |
- Jakarta sekarang telah menjadi Ibukota Negara ASEAN meliputi Indonesia, Malaysia, Singapore, Thailand, Myanmar, Laos, Kamboja, Filiphine, Brunai Darussalam dan Vietnam. Sekarang ini Negara ASEAN tengah mempersiapkan sesuatunya lewt pendidikan misalnya pengenalan budaya Indonesia dan Bahasa Indonesia. Indonesia memiliki berbagai macam pakaian adat yang terbuka. Sedangkan Indonesia merupakan jumlah pemeluk agama Islam terbesar di ASEAN bahkan di dunia. Adanya ASEAN comunity ini yang akan membebaskan orang-orang dari negara ASEAN keluar masuk tanpa visa. Tentunya pengaruh asing akan lebih cepat menjamur terutama daerah yang banyak dikunjungi para turis asing. Belum apa-apa budaya asing pun sudah menjamur bagaimana jika sudah?
- Kekerasan pendidikan masih ada.Kekerasan pendidikan memang sudah memiliki kebijakan khusus untuk perlindungan anak-anak dan wanita. Namun masih saja ada. Ups..kekerasan pendidikan tidak bersumber di sekolah lho, boleh jadi keluarganya yang suka menyiksa anak-anak tanpa ampun. Orang tua yang mendidik anak-anaknya dengan kekerasan apalagi anak berbuat salah sedikit di marahi. Disekolah guru masih tega berkata keras dan memukul tanpa alasan yang jelas. Siswa disekolah memang suka menyebalkan seperti bicara sendiri, asyik dengan dunianya dan lainnya tidak ada salahnya kita menegur namun ooleh orang tua dianggap telah menganiaya sang anak. Inilah yang menjadi prospek keprihatinan. Pendidikan serba salah. Padahal pendidikan itu adalah sesuatu tanpa air mata.
- Sekolah Islam non pesantren. Sekolah ini masih bersistem seperti yang ada di Negeri juga mata pelajarannya hanya saja ditambah jam belajar tentang bahasa arab, hadist dan kajian Islam lainnya. Sudah bagus karena memprioritaskan segala sesuatunya berlandaskan Islam. Namun karena tidak di asramakan, siswa selesai pulang sekolah tidak bisa dikontrol oleh gurunya. Baguslah kalau selesai sekolah pulang kerumah namun yang hobinya jalan dan jelalatan akan mudah terbius budaya lain.
- Sekolah Islam juga pesantren. Ini juga sedang ngetren di Indonesia. Sangat bagus dan cocok untuk buah pengkaderan da'i. Sebab disini kan selalu terpantau oleh guru/ustadz. Namun sayangnya pencapaian target-target khusus belum banyak yang menjalankan. Kendala yang dialami seperti ustadz/ustadzahnya kurang berpaham agama dan kurang konsisten dalam mendidik, sarana dan prasarana yang kurang sebab biasanya pesantren dimiliki oleh swasta sehingga campur tangan pemerintah sangat kurang.
Mengapa kau benci buku?
Mengapa kau tak suka buku? Padahal catatan kehidupnmu dibukukan di Laufuzh Mahfudz. Mengapa kau tak suka menulis? Padahal dua malaikat selalu setia menulis tentang dirimu, biografimu dengan detilnya. Bahkan tanpa kau sadari orang lain pun menuliskan sebagian tentangmu dan inspirasimu.
Ting...tong...Assalamu'alaikum. Suara bel berbunyi. Nisa segera bergegas membukakan pintu
"Oh Pak pos, ya pak?" tanya Nisa
"You get something from Indonesia" jawab pak pos
"Oh....thanks a lot sir.." seraya Nisa mengambil sebuah bingkisan tak bertuan tersebut kemudian menutup pintu.
Sambil berjalan ke kamar ia membolak balikan bingkisan tersebut memastikan dari siapa bingkisan dikirim. "Oh..tak ada nama, aneh." hingga akhirnya bingkisn tersebut tergeletak dibawah tempat tidurnya tanpa ia buka. Dibiarkannya bingkisan tersebut hingga beberapa hari. 1 minggu..2 minggu...namun ia tak dapat menahan rasa penasaran pada bungkusan yang masih terbungkus rapi. Finally, ia membuka. "Hah buku, komik dan novel?" ia mendapat lima buku namun ia masih penasaran siapa pengirimnya.
***
"Ahhhhh aku malas baca buku beginian, judulnya aja udah nge-bosenin apalagi isinya? siapa deh, sok ambil aja." gumam Nisa.
Beberapa menit kemudian, Lina dan Rani datang kerumah Nisa. Mereka seolah kaget dengan tumpukan buku di meja kamarnya. "Nisa suka baca ya?" tanya Rani sambil membuka-buka buku tersebut. "Sejak kapan?" tanya Lina menimpali. "Ntah. ambil aja tak apa, saya tak suka buku. itu dari kawan di Indo" jelas Nisa.
"Boleh ni kami nak bawa rumah tuk baca?"
"Ya...boleh, buat awak pun tak apa?"
Handphone berdering, pesan masuk e-mail
Tio : "Sudahkah kamu selesai baca buku yang aku kirim 5 minggu yang lalu?"
Nisa : "Oh rupanya kau yang mengirim. Pakai acara rahasia pula Makasih ya tp belum sempat baca. Malas!" (udah tau ga suka baca masih aja kirim buku) dalam hati
Tio : "Kau telah mengingkari janjimu"
Nisa : Loh..!!!!
Tio : "Kau mengatakan padaku suatu waktu yang lalu. Kau akan mulai menyukai buku-buku dan membacanya setelah aku bisa menuliskan sebuah atau beberapa buku dan kau akan memulainya dari tulisanku"
Nisa : "Ya buku yang kau tulis sama sekali tak menarik bagiku."
Tio : "Iya karena kau tak pernah mau untuk membuka apalagi membaca. Aku hanya ingin kau membaca dan giat menuntut ilmu. Karena aku yakin potensi yang kau miliki sangat bagus serta kelembutan yang kau curahkan pada anak-anak kecil ketika merengek, kau akan menjdi ibu yang hebat karena kau banyak ilmu. Aku tak ingin mendapatimu dengan sia-sia...
Happy Teacher's day for my Indonesia
| Sassanu patham School, Southern Thailand |
Untuk kakanda...
Bocah kecil
"Ya sudah satu minggu ia di Rumah sakit" jawab bu Ika
"Saya ingin menengok" sahut Andi dengan muka termenung
"Sekalian dengan Ibu, Andi"
"Ya bu. Hmm..soal tawaran ibu untuk tinggal bersama ibu, kami sangat berterima kasih namun kami lebih nyaman dan memilih tinggal disini bu." Jelas Andi
"Baiklah kalau begitu, Ibu tidak akan memaksa. Namun jika sewaktu berubah pikiran, ibu masih mau menerima kalian" jawab Bu Ika ramah
Melihat Pak Andre berbaring lemas, disebelah kasurya terdapat dua tabung oksigen besar, beberapa helai kabel menempel pada tubuhnya. Ia terkulai lemas tak berdaya. Ia kekurangan darah. Tiba-tiba Adi sedikit berteriak.
"Bapak golongan darah saya sama dengan anda. Tapi jangan harap saya akan menyumbangkan darah ini seperti waktu yang lalu, saya benar-benar mengharamkan untuk anda. Anda telah menyiksa kami berdua tanpa mau tau bahwa tubuh kami penuh dengan luka dan bertambah luka setelah bapak pukul. Jangan harap saya akan berbuat baik dengan Bapak." teriak Adi sambil mengacungkan jari ke arah pak Andre.
"Adi...." Andi pun hanya termenung tak bisa berbuat apa, sepertinya ia pun merasakan seperti yang Adi rasakan.
Hanya air mata yang meleleh dari pipi Pak Andre tanpa terucap kata.
Kenalkah aku pada gadis ini?
"Jangan pernah khawatirkan hidupku, karena hidupmulah yang lebih berarti. Jangan pernah kau sesali kepergianku kelak, karena aku hanya menjalani sebuah fase." detik-detik kepergiannya yang membuatku terpukul. Tepat satu tahun aku hidup bersamanya dan bayi mungil ini lah yang menggantikan teman dalam sisa hidupku. Aku tak pernah menyangka hidup bersamanya sesingkat itu. Namun, bayi mungil ini cukup mengobati kerinduanku dan menemani hariku.
Musim semi mulai tiba, bunga-bunga ditaman kota ini mulai bermekaran dan sebagian berguguran. Anak-anak kecil berlarian bersama ayah dan ibunya. Aku dan Istriku cukup duduk bawah pohon beringin sambil mengawasi Sofy yang berlari membawa bola. Sesekali istriku menegur untuk ia berhati-hati.Sofy, adalah nama gadis kecil yang Tuhan anugrahkan melalui istri pertamaku. Nama yang sama dengan almarhumah supaya jiwanya tetap tumbuh didunia. Karena aku sangat meyakininya, ia berjiwa seperti seseorang yang telah membuatnya berada.Beruntunglah istriku kini tak bisa memberikanku seorang buah hati sehingga ia bisa membantuku menjaga dan mendidik Sofy seperti anak sendiri.
"Mas, melamun ya? tanya Indah, istriku sambil menyodorkan sepotong roti.
"Makasih sayang" jawabku singkat sambil mengambil roti yang disodorkan
Sambil makan roti, ku ceritakan masa-masa mudaku pada istriku, masa-masa dimana aku masih duduk dibangku SMA. Namun seketika tawa Sofy menghilang.
"Kemana Sofy?"tanya istriku
'Haaahh..!!!" jawabku kebingungan
"Anak mas digendong oleh seorang perempuan bercadar" teriak seorang lelaki dari seberang jalan
Seketika aku melihat perempuan bercadar, mengenakan pakaian hijau muda berlari kecil sambil menggendong sebuah gendongan. "Mungkin ia Sofy" pikirku sambil terus mengejar
"Braaaaaaaaaaaaakkkkkk..!!!!
perempuan itu terjatuh hingga akhirnya aku bisa meraih kembali anakku. Kain cadarnya terlepas, spontan aku terkejut melihatnya. "Kauuu...!!!" acungku dengan badan bergetar.
Perempuan itu sepertinya tak sadar bahwa kain cadarnya telah lepas. Saat posisi masih tersungkur, ia menatapku lekat-lekat. Terlihat bola matanya menyimpan sebuah tanya dan air mata yang terbendung.
"Anakku...." rintih perempuan itu
Tanpa sepatah kata, aku meninggalkannya masih dalam posisi tersungkur, berlari membawa Sofy dan mengajak istri pulang.
Sofy, aku rindu padamu. kini jiwamu telah tumbuh pada jiwa anak kita. Jiwa yang masih suci dan kelak akan menjadi dirimu yang junior. Aku sangat merindukanmu dan terima kasih Sofy, kau masih sempat menitipkan Sofy untuk ku besarkan hingga menjadi seorang wanita sepertimu...
Perempuan itu telah mengutuk hatiku malam ini. Sofy, sosok perempuan manis yang pertama kali menundukkan hatiku hingga aku berani untuk menikahi diusianya yang muda. Perempuan itu sangat mirip dengan Sofy, Paras dan senyumnya masih melekat erat padaku. Apa mungkin Sofy memiliki saudara kembar? Sofy adalah gadis desa yang tak bersaudara. Ia dibesarkan oleh Pamannya, ayah ibunya telah meninggal. Dia tak memiliki seorang saudara pun kecuali Pamannya yang kini pun telah tiada. "Untuk apa aku memikirkan Sofy masa laluku yang kini telah ada Sofy untuk masa depanku dan istriku yang tak mungkin aku khianati oleh masa laluku. Namun, tetap aku melihat Sofy dari jiwa yang mungil dan lucu. Tapi, mengapa ia menganggap Sofy anaknya?
20 tahun kemudian. Sofy kini telah tumbuh menjadi gadis yang dewasa dan cerdas. Ia sangat mirip dengan ibunya. Suatu ketika ia hanya berdua dengan sang ayah
"Yah, Sofy menemukan selembar foto seorang gadis di saku ayah. saku yang telah kusam berada di gudang belakang. Siapa dia? tanya Sofy
"Boleh ayah melihatnya" pinta ayah
ku sodorkan foto itu sambil menatap ayah lekat-lekat, ku simpulkan wajah ayah berubah murung dengan mata tak berkedip melihat foto itu.
"Dia Ibu yang melahirkanmu sayang, Indah adalah istri kedua ayah setelah istri pertama ayah meninggal tiga hari pasca melahirkanmu.Dia bernama Sofy, sama sepertimu. kamu pun kini telah tumbuh mirip dengan ibumu sewaktu muda. Ayah beruntung bisa hidup bersamanya walaupun tak lebih dari dua tahun, ia menitipkanmu dan meninggalkan kita." jelas ayah dengan mata berkaca-kaca
"Ibu?" tanya Sofy sambil merebut foto itu. Sofy menangis tersedu sambil memegangi foto Ibunya. "Yah, Sofy rindu ibu, mengapa ayah tak pernah memberi tahu sebelumnya?" tanya Sofy
"Karena ia masa lalu ayah dan ia telah tumbuh dalam jiwamu. Ia masih tetap hidup bersama kita" jelas ayah...
Gerimis memiliki sebuah cerita tentang kita
![]() |
| Aku dan Mas :) |
Tentang Mawar dan Hujan
Hanyalah sebuah proses
jangan bangga dg hal semacam itu,karena saat ini telah terbukti bahwa ia tidak memilihmu.kamu hanyalah sebuah proses...
Surat untuk Ibunda
INSPIRATOR TERBAIK
Popular Posts
-
Jodoh ada di tangan-Nya. Kalau Anda tidak mau meminta kepada-Nya maka wajar saja jika jodoh Anda akan selalu di tangan-Nya. Tapi jang...
-
Betapa aku tak ingin mendapatimu dalam keadaan sia-sia. Apakah saat hujan turun, butiran bening itu tau apa isi perut bumi? bagaimanaka...
-
Tidak ada yang sia-sia, tidak ada pula yang abadi kecuali perubahan. Mahasiswa dipilih sebagai pelaku yang memiliki potensi besar se...
-
Karena kebenaran memiliki sifat "ada" adalah sesuatu yang paling mendasar pada semua struktur yang terbentuk di dunia ini maupun ...
-
Berbicara mengenai sudut, tentu dalam pikiran kita terbayang suatu titik pada ujung yang merupakan tempat bertemunya antar ujung sisi...















.jpg)
